Kamis, 26 Agustus 2010

Potensi Panas Bumi NTT Mencapai 1.266 Mw

JAKARTA. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditengah kurangnya pasokan dan lemahnya infrastruktur energi, Proinsi NTT menyimpan potensi panas bumi mencapai 1.266 MW tersebar di 19 lokasi. Sejumlah 16 lokasi berada di pulau Flores. Saat ini telah dilakukan eksplorasi pada dua lokasi panas bumi yaitu Mataloko dan Ulumbu.

Potensi panas bumi di Ulumbu sebesar 200 MW, diantaranya cadangan terbukti sebesar 12,5 MW sedangkan di Mataloko potensinya mencapai 63 MW, dengan cadangan terbukti saat ini baru mencapai 2,5 MW. Sebesar 1,5 MW telah dibangkitkan menjadi tenaga listrik oleh PLN. Pemerintah dan Provinsi NTT berkomitment untuk mengembangkan sebagai sumber energi tiga wilayah kerja panas bumi yang saat ini ada yaitu Ulumbu, Sukoria dan Mataloko.

Kondisi kelistrikan Prov. NTT, beban puncak tahun 2009 di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 89,33MW dengan penjualan tenaga listrik sampai dengan tahun 2009 mencapai 381,78 GWh dengan perincian, pelanggan rumah tangga 223.88 GWh (58,64%), bisnis 98,7 GWh (25,85%), industri 4,31 GWh (1,13%) dan publik 54,89 GWh (14,38%).

Rasio elektrifikasi sampai dengan tahun 2009 adalah 87,95%. Kondisi jaringan listrik di wilayah Flores sangat minim. Berdasarkan data dari PLN, Kupang, hingga saat ini interkoneksi transmisi listrik 70 kV hanya menghubungkan gardu induk di PLTU NTT 1 di Ropa, Gardu induk Maumere dan Gardu induk Ende.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar